Minggu, 03 Maret 2013

Cahaya



1. Cahaya
Ø  Cahaya dapat mengalami :
1. Perambatan
2. Pemantulan
3. Pembiasan
4. Dispersi
Ø Perambatan yang arahnya lurus jika mengenai benda maka akan menimbulkan bayang2
Ø Bayang2 tersebut dibagi menjadi 2, yaitu :
1. Umbra
2. Penumbra

Ø Pemantulan dapat berupa :
1.   Pemantulan teratur : jika menumbuk permuk aan halus, seperti cermin.
Cermin dibagi menjadi 3, yaitu :
a.   Cermin datar
b.   Cermin cekung
c.    Cermin cembung
2.   Pemantulan baur : jika menumbuk permukaan kasar


Ø Pembiasan berlaku hukum snellius, hukum tersebut berlaku pada :
1.   Kaca planparalel
2.   Lensa cekung
3.   Lensa cembung
Ø Dispersi : menyebabkan terjadinya cahaya pelangi
Contoh :
Ø Cepat rambat cahaya dalam ruang hampa 300.000.000 m/s atau 3x108 m/s
Ø Sumber cahaya :
1.   Alami : matahari, bintang
2.   Buatan : lampu, dll
Ø  Berdasarkan pengaruhnya terhadap cahaya benda dibedakan menjadi 3, yaitu :
1.   Opaque / tidak tembus cahaya
2.   Transparan / benda bening
3.   Translusens / benda tembus cahaya

Ø  Cermin Datar
v Sifat – sifat bayangan pada cermin datar
1.   Tegak terhadap benda
2.   Sama besarnya dengan benda
3.   Maya
4.   Jarak benda = jarak bayangan ke cermin
5.   Terbalik dam simetris

Bunyi



Bunyi
   Ø Bunyi : gelombang longitudinal yang ditimbulkan dari
              getaran suatu benda yang merambat melalui
              suatu medium dengan kecepatan tertentu
   Ø Syarat – Syarat Terjadinya Bunyi :
1.    Adanya sumber bunyi (benda yang bergetar)
2.   Terdapat medium u/ merambat
3.   Adanya pendengar



   Ø Sifat Bunyi :
1.   Bunyi dihasilkan oleh benda yang bergetar
2.   Gelombang longtudinal
3.   Bunyi merambat memerlukan medium
4.   Bunyi dapat dipantulkan
5.   Bunyi dapat menimbulkan terjadinya Resonansi
   Ø Sifat cepat rambat bunyi di udara:
1.   Dipengaruhi oleh suhu. Semakin tinggi suhu, cepat rambat semaki besar
2.   Tidak dipengaruhi oleh tekanan
3.   Bunyi merambat lebih cepat pada zat padat dibanding zat cair, lebih cepat pada zat cair dibanding zata gas
(Padat > Cair > Gas)

   Ø Macam – Macam gelombang, berdasarkan Frekuensi Bunyinya :
1.   Infrasonik : <20Hz
Contoh : jangkrik dan anjing
2.   Audiosonik : 20 – 20.000 Hz
Contoh : manusia
3.   Ultrasonik : >20.000 Hz
Contoh : kelelawar, lumba2



v Manfaat gelombang ultrasonik dalam kehidupan sehari-hari:
*  Meratakan campuran susu agar homogen
*  Meratakan campuran logam, seperti campuran besi dengan timah dan campuran nikel dengan baja
*  Memusnahkan bakteri pada makanan yang diawetkan
*  Pemeriksaan dengan menggunakan USG ( Ultrasonografi)
*  u/ mengukur kedalaman laut
*  u/ kacamata tunanetra
   Ø Tinggi rendahnya nada bunyi dipengaruhi oleh :
1.   Frekuensi bunyi. Semakin tinggi frekuensi bunyi, maka semakin tinggi nada yang dihasilkan, sebaliknya
2.   Panjang kawat yang digetarkan. Semakin pendek kawat yang digetarkan, maka semakin tinggi nada yang dihasilkan, dan sebaliknya

Ø Hukum Marsenne: frekuensi dawai yang bergetar tergantung pada :
1.    Panjang dawai
Semakin panjang dawai, maka semakin tinggi frekuensi yang dihasilkan


2.   Tegangan dawai
Semakin tegang suatu dawai, maka semakin tinggi frekuensi yang dihasilkan
3.   Massa jenis dawai
Semakin besar massa jenis dawai, maka semakin rendah frekuensinya
4.   Penampang dawai
Semakin besar luas penampang dawai, maka semakin rendah frekuensinya
Ø Resonansi : peristiwa ikut bergetarnya suatu benda
                       karena bergetarnya benda lain
v Resonansi 1 : ¼
Resonansi 2 : ¾
Resonansi 3 : 5/4
Ø  Hukum pemantulan bunyi :
1.   Bunyi datang, garis normal, dan bunyi pantul terletak pada satu bidang datar
2.   Sudut bunyi datang sama dengan sudut bunyi pantul
Ø  Macam – macam bunyi pantul  :
1.   Bunyi pantul yang memperkuat bunyi aslinya
2.   Gaung/Kerdam : bunyi pantul terdengar hanya
                                 sebagian saja yang bersamaan
                                dengan bunyi aslinya
3.   Gema : bunyi pantul yang terdengar jelas setelah
               bunyi aslinya

Ø  Manfaat pemantulan bunyi :
1.   Mengukur cepat rambat bunyi di udara
2.   Mengukur kedalaman laut